Ini sebenernya tulisan berseri ketika gua explore Nusa Tenggara. Tapi karna 1 dan lain hal baru selesai gua tulis sekarang (baca= malas). Biar nyambung bacanya, bisa dibaca dulu tulisan-tulisan gua yang sebelumnya, hehehhhe.
- LOB Day 1
- LOB Day 2
- LOB Day 3
- LOB Day 4
- Pulau Padar
- Wae Rebo 1
- Wae Rebo 2
Dan inilah tempat terakhir yang gua singgahi dari perjalanan ke Nusa Tenggara.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelimutu bakal jadi tujuan terakhir gua selama di Nusa Tenggara. Gak pake lama, setelah turun dari Wae Rebo sekitar jam setengah 8, sampailah lagi kita di rumah Bapak Blasius sekitar jam setengah 11 untuk bersih-bersih. Jadi, kalo berangkatnya butuh waktu sekitar 4 jam, turunnya cukup 3 jam saja.
Setelah selesai bersih-bersih, jam 1an kita langsung berangkat lagi melanjutkan perjalanan. Rute kali ini adalah Denge - Ruteng - Ende - Moni yang akan ditempuh kira-kira dalam waktu 12 jam.
Tapi sebelum kita jalan, harus selfie dulu dong sama yang punya Denge.
- LOB Day 1
- LOB Day 2
- LOB Day 3
- LOB Day 4
- Pulau Padar
- Wae Rebo 1
- Wae Rebo 2
Dan inilah tempat terakhir yang gua singgahi dari perjalanan ke Nusa Tenggara.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelimutu bakal jadi tujuan terakhir gua selama di Nusa Tenggara. Gak pake lama, setelah turun dari Wae Rebo sekitar jam setengah 8, sampailah lagi kita di rumah Bapak Blasius sekitar jam setengah 11 untuk bersih-bersih. Jadi, kalo berangkatnya butuh waktu sekitar 4 jam, turunnya cukup 3 jam saja.
Setelah selesai bersih-bersih, jam 1an kita langsung berangkat lagi melanjutkan perjalanan. Rute kali ini adalah Denge - Ruteng - Ende - Moni yang akan ditempuh kira-kira dalam waktu 12 jam.
Tapi sebelum kita jalan, harus selfie dulu dong sama yang punya Denge.
Gak ada yang aneh di perjalanan, karna kita hampir tidur sepanjang jalan. Formasi pun gak berubah, Dory tetep di depan, gua di tengah bersama duo cabai dan Zaid di belakang tetep berpelukan sama carrier.
![]() |
| Masih happy. |
![]() |
| Tolong abaikan yang di belakang. |
![]() |
| Akan selalu ada pembalasan pada setiap perbuatan, huh !! |
Sekitar 3 jam perjalanan kita sampai ke Ruteng. O iya, di perjalanan kita juga ngeliat beberapa truk kayu menuju ke arah Desa Denge. Jadi kalo yang mau ke Wae Rebo tapi cuman sendiri atau berdua bisa naek truk kayu itu, biayanya sekitar 30k kalo gak salah, tapi hanya ada beberapa truk dan di jam-jam tertentu saja. Daripada sewa mobil pasti mahal kan.
Di Ruteng kita numpang sholat di Masjid "gak tau namanya". Padahal Ruteng terkenal dengan julukan kota seribu gereja, tapi Alhamdulillah masih ada masjid. Sembari kita sholat Om Shendy katanya mau isi bensin juga, gua agak-agak cemas kalo doi gak balik lagi. Bukan apa-apa, kolor gua ada di mobil soalnya, udah 2 hari gak ganti kolor, hahahahhaha.
Setelah selesai sholat, pas banget om Shendy juga dateng. Alhamdulillah gua bisa ganti kolor berarti. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan menuju Moni, tempat dimana Danau Kelimutu berada. Jadi rutenya adalah Ruteng - Ende - Moni.
Di perjalanan Om Shendy "menawarkan" tempat singgah deket rumahnya, karna kata si om kita bakal sampai sekitar jam 1-2 malam, terlalu cepet kalo ke Kelimutu, danaunya masih tidur jam segitu. Tapi ternyata ujung-ujungnya bayar juga -_-. Jadi doi minta 400k buat penginapan + makan siang. Sebelum itu kita tanya dulu spek kamarnya gimana, menurut penjelasan doi sih kamarnya layak huni + ada 2 kamar kosong. Okelah, deal. Lumayanlah menurut gua, dapet tempat singgah + makan dengan harga segitu.
Perkiraan yang tepat, sekitar jam 1an kita sampai di rumah singgah yang ternyata cuman samping-sampingan sama rumahnya om Shendy. Setelah Om Shendy telpon sana sini (mungkin nelpon istrinya), akhirnya kita disuruh keluar mobil buat ke rumah yang bakal kita tidurin... Bukan tidurin gitu maksudnya, tapi rumah yang kita bakal tidur disitu, gitu maksudnya.
Keadaan malam itu gelap banget, ga ada sama sekali penerangan kecuali langit malan dan obor kecil yang dipegang Om Shendy . Gua jujur aja gak deg-degan, karna ga bisa liat apa-apa. Pas sampe depan rumahnya, pintu dibuka,
Kreeeekkk.....
Kreeekkk....
Ini seriusan, bunyinya emang gitu, serem abis. Pas pintu dibuka, keadaan di rumahnya emang serem juga ternyata. Kesan pertama setelah melihat rumah ini adalah, out of expectation. Rumahnya gak berlantai (alias tanah liat bawahnya), terus dibuat dari bambu, jadi udara dingin dari luar masuk, dan juga agak kurang layak lah buat yang gak terbiasa. Bukan gua meremehkan atau gimana, tapi emang ini beneran diluar bayangin kita semua. Dan yang paling parah kasurnya kecil banget, gua berdua ama Zaid aja kayaknya harus pelukan biar muat.
Kita ditunjukin kamar sama Om Shendy, Ais sama Reni dapet kamar belakang, sedangkan gua, Dory sama Zaid dapet kamar di depan. Kita semua menunjukan muka gak ok dengan semua ini, cuman ga ada yang berani ngomong karna gak enak sama si om. Akhirnya Ais sama Reni masuk kamar, gua sama Dory dan Zaid juga akhirnya masuk. Kita bertiga duduk, liat-liatan, seolah tahu isi hati masing-masing. Dory akhirnya berdiri,
"Gua tidur di mobil aja deh."
Bener kan, dia gak nyaman disini.
Keadaan semakin horor pas kita tau kalo rumah ini ternyata harus dikunci dari luar, anjjiiiiiiirrrrrr. Kebayang pelem-pelem horor kayak tuyul dan mbak yul, dll. Panik, gua panik, Zaid panik, Dory santai, sesama setan kan gak takut. Gua gedor-gedor pintu sekali ga dibukain, dua kali gak dibukain, berkali kali masih gak dibukain juga. Sebagai spesialis perampok rumah kosong, Zaid sempet kepikiran buat jebol jendelanya, tapi detik-detik terakhir dibuka juga pintunya sama Om Shendy. Alhamdulillah, gak jadi dicongkel ama Zaid jendelanya.
Dory akhirnya tidur di mobil, gua dan Zaid walaupun agak parno tapi memutuskan tetep tidur di rumah itu.
1 menit.....
2 menit.....
15 menit.......
Masih belum bisa merem juga.
Tiba-tiba dari kamar belakang,
"Waaaa waaaaa.... waaaaaa"
Kayak ada yang teriak...
Sebagai laki-laki macho yang sudah disertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional gua gak bisa tinggal diam. Gua langsung bangun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar belakang. Gua ketok pintunya,
"Dor dor dor.. dor dor"
Gak mirip suara ketok pintu ya? Tapi yaudahlah, gitu pokoknya.
Pintu dibukain,
"Kenapa... Kenapa?" Gua kepo kan,
"Itu ada Laba-laba gede banget" Reni ngejawab sambil ketakutan.
Dalam hati gua, yaelah gua kira apaan, Laba-laba doang.
"Mana coba liat?"
Langsung disenterin sama Reni tempat Laba-labanya,
"Waaaa waaa waaaaaaaaaaa."
Giliran gua yang tereak-terak pas liat Laba-labanya, asli Laba-labanya gede. Gak selebay yang dipelem-pelem sih gedenya, yang laba-laba bisa segede lemari, gak gitu. Tapi ini adalah laba-laba yang paling besar yang pernah gua liat, sekitar 3 jari manusia dewasa lah. Manusia dewasa yah, bukan ABG apalagi alay. Intuisi gua mengatakan bahwa gak cuman ada 1 laba-laba, dan bener di kamar itu aja gua ngeliat 2 laba-laba. Gua cek kamar gua, anjirrrr ternyata ada juga.
Keadaan udah gak kondusif, emang harus keluar dari rumah ini sebelum pagi-pagi kita semua berubah jadi Spiderman. Gimana caranya bisa keluar dari sebuah rumah yang dikunci dari luar? Menghubungi orang yang diluar buat ngebukain pintu. Nah, kalo ga ada yang bisa dihubungi? Matilah kita semua, gua udah pasrah kalo pagi nanti gua jadi Spiderman. Om Shendy dihubungin ga diangkat, Dory kayaknya udah mimpi dipeluk Pevita Pearce.
Dalam keadaan yang sangat putus asa ini, gak tau tiba-tiba ada yang bukain pintu. Antara bersyukur sama ngeri sih, ini orang sapa cobaaaaaa. Tapi yang terpenting kita keluar dulu lah dari rumah ini, masalah orang yang dibukain mah bisa dipikirin entarlah.
Pas sampe mobil dugaan gua bener, Dory lagi ngorok dengan syahdunya. Dia nanya kenapa kita keluar, tapi karna ngantuk dan serem jadi kita gak sempet jawab, kita semua langsung tidur semua. Alhamdulillah.
Sekitar jam setengah 5 tiba-tiba pintu mobil kebuka, Om Shendy ternyata. Dia kaget kenapa di mobil udah banyak orang, tapi karna kita semua masih pada tidur jadi gak doi gak sempet nanya-nanya.
Jarak dari Moni (rumah Om Shendy) ke Danau Kelimutu sekitar 1 jam lah kurang lebih. Biaya masuk ke Kelimutu gak terlalu mahal, atau murah untuk ukuran keajaiban Tuhan. 60 ribu kalo gak salah buat 6 orang + mobil.
Sampai parkiran kita baru dibangunin sama Om Shendy, dalam keadaan super dingin dan super ngantuk kita harus memilih melanjutkan tidur dengan keadaan hangat di dalam mobil, atau keluar mobil untuk trekking ke atas danau dengan resiko biji kita hypotermia? Gua yang udah jauh-jauh sampe sini memilih pilihan ke-2, walapun resikonya nanti biji gua gak berfungsi dengan baik.
Ais dan Reni sangking excited-nya udah jalan duluan ke atas, gua berdua sama Zaid agak belakangan, Dory? lagi diangetin ama Om Shendy di mobil. Di tengah jalan gua memutuskan untuk lari sangking dinginnya, tapi Zaid karna masih setengah ngantuk tetep milih buat jalan. Setelah lari lumayan jauh, melewati beberapa puluh anak tangga, sampailah gua di Puncaknya. Ternyata udah rame banget di atas buat nungguin sunrise.
Ais dan Reni pas gua sampe udah ber selfie-selfie ria diatas sana, sedangkan gua masih berusaha ngatur napas abis lari-larian. 10 menit setelah gua sampe, akhirnya Zaid sampe juga, ngos-ngosan juga.
Btw, disini adalah puncaknya atau tempat paling atas dimana kita bisa melihat ke 3 danaunya. Nah ada 1 tempat lagi yang bisa melihat 2 danau yang berdempetan. Karna Danau Kelimutu ini hanya 2 danau yang dempet, yang 1 lagi agak misah dari 2 danau yang lain. Nah gua gak ketempat untuk melihat 2 danau yang berdempetan, gua langsung ke puncaknya ini.
Ada apaan sih di Kelimutu?
Waktu yang ditunggu-tunggu tiba, ketika matahari udah mulai keluar dikit-dikit dari balik awan. Semua orang mengarahkan kemeranya ke gua.... Lah gak gak, ke langit lah buat nangkep momen sunrise.
Nah, setelah semua ritual sunrise selesai, datenglah temen gua yang super duper selaw. Udah waktunya sarapan dia baru sampe, ckckckckck.
Setelah puas menikmati ciptaan Tuhan yang ajaib ini, akhirnya kita semua turun untuk kembali ke mobil. Disini gua sama Zaid yang sampe mobil duluan, karna Ais sama Reni mau ke tempat yang gua bilang tadi kalo danaunya keliatan dempet. Dory? Au dah ne orang kemana, takut aja gua dia snorkling di kawah danaunya.
Sekitar setengah jam gua menunggu, akhirnya kita semua berkumpul dan siap melanjutkan perjalan ke Ende. Jadi kita bakal menginap di Ende hari itu dan besoknya akan pulang dengan tujuan masing-masing.
Kadang gua bertanya-tanya kenapa Tuhan terkadang menciptakan sesuatu yang "ada-ada aja" dan gak bisa dijangkau sama otak manusia? Sekarang, disini, di Kelimutu gua nemu jawabannya. Ini menandakan Tuhan ada, ini menandakan Tuhan maha besar, ini menandakan Tuhan mau nyiptain apa aja tinggal "kun fa yakun" langsung jadi dah. Makanya kalo masih ada yang meragukan kebesaran Tuhan, apalagi meragukan keberadaan Tuhan, kayaknya harus traveling bareng gua neh, hehehhhehe.
Tuntas sudah penjelajahan di Nusa Tenggara Barat dan Timur. Walaupun gak sempet ke semua tempat, yaaahh paling gak udah pernah ngerasain lah tipiiss tipiisss. Dan mungkin juga pertanda bahwa gua harus balik ke tempat ini lain kali, hahahahahha.
Sampai jumpa kembali ~
NB: Buat kalian yang suka tulisan gua, di pojok kanan blog ini ada tulisan "subscribe", kalian bisa masukin email kalian kesitu dan bakal langsung dapet update-an blog gua di email kalian. So, jangan lupa yah subscribe blog gua dengan masukin email kalian ke kolom tersebut.
Satu lagi, komen dan kritik kalian sangat luar biasa membantu gua buat nulis dan ngembangin blog ini, apalagi kalo sampe dishare hehehhhe. Jadi silahkan komen yah, bebas deh apa aja komen dan kritiknya hehehhe.
Selamat membaca :)
Setelah selesai sholat, pas banget om Shendy juga dateng. Alhamdulillah gua bisa ganti kolor berarti. Setelah itu kita melanjutkan perjalanan menuju Moni, tempat dimana Danau Kelimutu berada. Jadi rutenya adalah Ruteng - Ende - Moni.
Di perjalanan Om Shendy "menawarkan" tempat singgah deket rumahnya, karna kata si om kita bakal sampai sekitar jam 1-2 malam, terlalu cepet kalo ke Kelimutu, danaunya masih tidur jam segitu. Tapi ternyata ujung-ujungnya bayar juga -_-. Jadi doi minta 400k buat penginapan + makan siang. Sebelum itu kita tanya dulu spek kamarnya gimana, menurut penjelasan doi sih kamarnya layak huni + ada 2 kamar kosong. Okelah, deal. Lumayanlah menurut gua, dapet tempat singgah + makan dengan harga segitu.
Perkiraan yang tepat, sekitar jam 1an kita sampai di rumah singgah yang ternyata cuman samping-sampingan sama rumahnya om Shendy. Setelah Om Shendy telpon sana sini (mungkin nelpon istrinya), akhirnya kita disuruh keluar mobil buat ke rumah yang bakal kita tidurin... Bukan tidurin gitu maksudnya, tapi rumah yang kita bakal tidur disitu, gitu maksudnya.
Keadaan malam itu gelap banget, ga ada sama sekali penerangan kecuali langit malan dan obor kecil yang dipegang Om Shendy . Gua jujur aja gak deg-degan, karna ga bisa liat apa-apa. Pas sampe depan rumahnya, pintu dibuka,
Kreeeekkk.....
Kreeekkk....
Ini seriusan, bunyinya emang gitu, serem abis. Pas pintu dibuka, keadaan di rumahnya emang serem juga ternyata. Kesan pertama setelah melihat rumah ini adalah, out of expectation. Rumahnya gak berlantai (alias tanah liat bawahnya), terus dibuat dari bambu, jadi udara dingin dari luar masuk, dan juga agak kurang layak lah buat yang gak terbiasa. Bukan gua meremehkan atau gimana, tapi emang ini beneran diluar bayangin kita semua. Dan yang paling parah kasurnya kecil banget, gua berdua ama Zaid aja kayaknya harus pelukan biar muat.
Kita ditunjukin kamar sama Om Shendy, Ais sama Reni dapet kamar belakang, sedangkan gua, Dory sama Zaid dapet kamar di depan. Kita semua menunjukan muka gak ok dengan semua ini, cuman ga ada yang berani ngomong karna gak enak sama si om. Akhirnya Ais sama Reni masuk kamar, gua sama Dory dan Zaid juga akhirnya masuk. Kita bertiga duduk, liat-liatan, seolah tahu isi hati masing-masing. Dory akhirnya berdiri,
"Gua tidur di mobil aja deh."
Bener kan, dia gak nyaman disini.
Keadaan semakin horor pas kita tau kalo rumah ini ternyata harus dikunci dari luar, anjjiiiiiiirrrrrr. Kebayang pelem-pelem horor kayak tuyul dan mbak yul, dll. Panik, gua panik, Zaid panik, Dory santai, sesama setan kan gak takut. Gua gedor-gedor pintu sekali ga dibukain, dua kali gak dibukain, berkali kali masih gak dibukain juga. Sebagai spesialis perampok rumah kosong, Zaid sempet kepikiran buat jebol jendelanya, tapi detik-detik terakhir dibuka juga pintunya sama Om Shendy. Alhamdulillah, gak jadi dicongkel ama Zaid jendelanya.
Dory akhirnya tidur di mobil, gua dan Zaid walaupun agak parno tapi memutuskan tetep tidur di rumah itu.
1 menit.....
2 menit.....
15 menit.......
Masih belum bisa merem juga.
Tiba-tiba dari kamar belakang,
"Waaaa waaaaa.... waaaaaa"
Kayak ada yang teriak...
Sebagai laki-laki macho yang sudah disertifikasi oleh Badan Pertanahan Nasional gua gak bisa tinggal diam. Gua langsung bangun dari tempat tidur dan bergegas ke kamar belakang. Gua ketok pintunya,
"Dor dor dor.. dor dor"
Gak mirip suara ketok pintu ya? Tapi yaudahlah, gitu pokoknya.
Pintu dibukain,
"Kenapa... Kenapa?" Gua kepo kan,
"Itu ada Laba-laba gede banget" Reni ngejawab sambil ketakutan.
Dalam hati gua, yaelah gua kira apaan, Laba-laba doang.
"Mana coba liat?"
Langsung disenterin sama Reni tempat Laba-labanya,
"Waaaa waaa waaaaaaaaaaa."
Giliran gua yang tereak-terak pas liat Laba-labanya, asli Laba-labanya gede. Gak selebay yang dipelem-pelem sih gedenya, yang laba-laba bisa segede lemari, gak gitu. Tapi ini adalah laba-laba yang paling besar yang pernah gua liat, sekitar 3 jari manusia dewasa lah. Manusia dewasa yah, bukan ABG apalagi alay. Intuisi gua mengatakan bahwa gak cuman ada 1 laba-laba, dan bener di kamar itu aja gua ngeliat 2 laba-laba. Gua cek kamar gua, anjirrrr ternyata ada juga.
Keadaan udah gak kondusif, emang harus keluar dari rumah ini sebelum pagi-pagi kita semua berubah jadi Spiderman. Gimana caranya bisa keluar dari sebuah rumah yang dikunci dari luar? Menghubungi orang yang diluar buat ngebukain pintu. Nah, kalo ga ada yang bisa dihubungi? Matilah kita semua, gua udah pasrah kalo pagi nanti gua jadi Spiderman. Om Shendy dihubungin ga diangkat, Dory kayaknya udah mimpi dipeluk Pevita Pearce.
Dalam keadaan yang sangat putus asa ini, gak tau tiba-tiba ada yang bukain pintu. Antara bersyukur sama ngeri sih, ini orang sapa cobaaaaaa. Tapi yang terpenting kita keluar dulu lah dari rumah ini, masalah orang yang dibukain mah bisa dipikirin entarlah.
Pas sampe mobil dugaan gua bener, Dory lagi ngorok dengan syahdunya. Dia nanya kenapa kita keluar, tapi karna ngantuk dan serem jadi kita gak sempet jawab, kita semua langsung tidur semua. Alhamdulillah.
Sekitar jam setengah 5 tiba-tiba pintu mobil kebuka, Om Shendy ternyata. Dia kaget kenapa di mobil udah banyak orang, tapi karna kita semua masih pada tidur jadi gak doi gak sempet nanya-nanya.
Jarak dari Moni (rumah Om Shendy) ke Danau Kelimutu sekitar 1 jam lah kurang lebih. Biaya masuk ke Kelimutu gak terlalu mahal, atau murah untuk ukuran keajaiban Tuhan. 60 ribu kalo gak salah buat 6 orang + mobil.
Sampai parkiran kita baru dibangunin sama Om Shendy, dalam keadaan super dingin dan super ngantuk kita harus memilih melanjutkan tidur dengan keadaan hangat di dalam mobil, atau keluar mobil untuk trekking ke atas danau dengan resiko biji kita hypotermia? Gua yang udah jauh-jauh sampe sini memilih pilihan ke-2, walapun resikonya nanti biji gua gak berfungsi dengan baik.
Ais dan Reni sangking excited-nya udah jalan duluan ke atas, gua berdua sama Zaid agak belakangan, Dory? lagi diangetin ama Om Shendy di mobil. Di tengah jalan gua memutuskan untuk lari sangking dinginnya, tapi Zaid karna masih setengah ngantuk tetep milih buat jalan. Setelah lari lumayan jauh, melewati beberapa puluh anak tangga, sampailah gua di Puncaknya. Ternyata udah rame banget di atas buat nungguin sunrise.
Ais dan Reni pas gua sampe udah ber selfie-selfie ria diatas sana, sedangkan gua masih berusaha ngatur napas abis lari-larian. 10 menit setelah gua sampe, akhirnya Zaid sampe juga, ngos-ngosan juga.
| Sebelum matahari keluar. |
Btw, disini adalah puncaknya atau tempat paling atas dimana kita bisa melihat ke 3 danaunya. Nah ada 1 tempat lagi yang bisa melihat 2 danau yang berdempetan. Karna Danau Kelimutu ini hanya 2 danau yang dempet, yang 1 lagi agak misah dari 2 danau yang lain. Nah gua gak ketempat untuk melihat 2 danau yang berdempetan, gua langsung ke puncaknya ini.
![]() |
| Nah kayak gini lah kira-kira. Kayak 2 orang pacaran terus ada orang ketiga. *Pic by Google* |
Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu,Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.Nah itu penjelasan dari Wikipedia. Jadi udah danaunya ada 3 warna, seiring berjalannya waktu bisa berubah-berubah juga warnanya. Dan yang gua denger sampe sekarang, belum ada ilmuwan yang bisa memecahkan kenapa danau ini bisa berubah-ubah warnanya. Kebetulan waktu gua kesini warnanya lagi biru. Subhanallah, emang diluar kendali manusia ini mah menurut gua.
Waktu yang ditunggu-tunggu tiba, ketika matahari udah mulai keluar dikit-dikit dari balik awan. Semua orang mengarahkan kemeranya ke gua.... Lah gak gak, ke langit lah buat nangkep momen sunrise.
Nah, setelah semua ritual sunrise selesai, datenglah temen gua yang super duper selaw. Udah waktunya sarapan dia baru sampe, ckckckckck.
Setelah puas menikmati ciptaan Tuhan yang ajaib ini, akhirnya kita semua turun untuk kembali ke mobil. Disini gua sama Zaid yang sampe mobil duluan, karna Ais sama Reni mau ke tempat yang gua bilang tadi kalo danaunya keliatan dempet. Dory? Au dah ne orang kemana, takut aja gua dia snorkling di kawah danaunya.
Sekitar setengah jam gua menunggu, akhirnya kita semua berkumpul dan siap melanjutkan perjalan ke Ende. Jadi kita bakal menginap di Ende hari itu dan besoknya akan pulang dengan tujuan masing-masing.
Kadang gua bertanya-tanya kenapa Tuhan terkadang menciptakan sesuatu yang "ada-ada aja" dan gak bisa dijangkau sama otak manusia? Sekarang, disini, di Kelimutu gua nemu jawabannya. Ini menandakan Tuhan ada, ini menandakan Tuhan maha besar, ini menandakan Tuhan mau nyiptain apa aja tinggal "kun fa yakun" langsung jadi dah. Makanya kalo masih ada yang meragukan kebesaran Tuhan, apalagi meragukan keberadaan Tuhan, kayaknya harus traveling bareng gua neh, hehehhhehe.
Tuntas sudah penjelajahan di Nusa Tenggara Barat dan Timur. Walaupun gak sempet ke semua tempat, yaaahh paling gak udah pernah ngerasain lah tipiiss tipiisss. Dan mungkin juga pertanda bahwa gua harus balik ke tempat ini lain kali, hahahahahha.
Sampai jumpa kembali ~
NB: Buat kalian yang suka tulisan gua, di pojok kanan blog ini ada tulisan "subscribe", kalian bisa masukin email kalian kesitu dan bakal langsung dapet update-an blog gua di email kalian. So, jangan lupa yah subscribe blog gua dengan masukin email kalian ke kolom tersebut.
Satu lagi, komen dan kritik kalian sangat luar biasa membantu gua buat nulis dan ngembangin blog ini, apalagi kalo sampe dishare hehehhhe. Jadi silahkan komen yah, bebas deh apa aja komen dan kritiknya hehehhe.
Selamat membaca :)





baca postingan ini berasa menyayat kembali luka yang hampir kering *super lebay* huhuhuuu... keinget pernah melewatkan undangan jalan-jalan gratis kesini hanya gara-gara mantan bos lupa balas emailku buat minta persetujuan.
BalasHapusitu drivernya aji mumpung banget ya, lagaknya nawarin bermalam dulu supaya nggak kecepatan nyampe Kelimutu, ujung-ujungnya duit juga hhahhaaa.. tapi jadi pengalan dong ya nginap di rumah dengan laba-laba gedenya :D
Hahahhhaha, belom rejekinyaaaa mba. Btw, saya kemaren pas ke Aceh "hampir" mampir ke medan lho, mau ke Danau Toba. Tapi karna "amunisi" terbatas yaaaa tidak jadi, hehhehehhe.
HapusDisana apa aja bisa jadi duit, mba. Mobil aja 3 hari sewanya 4 juga. *elus dada* *dada jupe*