Kamis, 10 September 2015

Living on Board Lombok - Labuan Bajo (Last day = Flores yang terlalu indah untuk ditinggalkan)

Sunrise di Pulau Kalong membuyarkan semalaman gua yang gak indah. Sebenernya gua udah pernah liat banyak macam sunrise, tapi yang ini beda, bro. Ini serius, sekitar jam setengah enam gua bangun dengan iler yang masih menggontai, terus gua liat ke luar kapal... 


Speechless.....


Im not being too much, tapi kenyataannya emang gua belum pernah liat sunrise “sebegininya”. Tau gak, lo, kayak ada yang warnain pake crayon gitu langitnya, Subhanallah banget dah pokoknya. Pagi-pagi aja udah kayak gini, gua makin semangat dan gak sabar untuk ke Taman Nasional Komodo (Pulau Komodo dan Pulau Rinca). Katanya selain komodo yang menjadi daya tarik wisata, disana landscape nya juga bagus banget. 


Sekitar jam 6 kita berangkat dari Pulau Kalong dan cuma butuh waktu sekitar setengah jam untuk sampai ke Pulau Komodo. Sesampainya di Pulau Komodo, kru kapal langsung menyelesaikan administrasi dengan pihak Taman Nasional.  


Welcome to Komodo Island

Minggu, 06 September 2015

Living On Board Lombok - Labuan Bajo (Day 3 = Gili Lawa dan malam terakhir dengan Sofi)

Mau tidur liatnya aer, bangun tidur aer lagi liatnya, pppftttt. Ini lah yang terjadi di perjalanan dari Pulau Satonda menuju Gili Lawa, untungnya selama perjalanan kita di suguhi pemandangan antara laut dan bukit yang sangat eksotis. Jadi, karna sekarang sedang musim kemarau, bukit-bukit yang biasanya berwarna hijau ketika musim hujan berubah menjadi coklat, tapi disitulah letak eksotisnya, karna jujur sebelumnya gua belum pernah liat bentangan bukit yang berwarna coklat kayak gini.




Selain bukit dan laut, kita juga ngelewatin gunung yang ada di Selat Sape yaitu Gunung Sangean, ngilu ye namanya.



Emangnya gunungnya terlihat seperti gunung 
yang sedang terangsang yah?

Jumat, 04 September 2015

Living On Board Lombok - Labuan Bajo (Day 2 = Moyo dan Satonda yang mengecewakan)

Setelah semalaman terombang- ambing di lautan, hari ke 2 akhirnya kita sampai di destinasi pertama yaitu Pulau Moyo. Ada 2 cara untuk menuju daratan Pulau Moyo ini, naek sampan (tenang, mas Andri udah di usir dulu kok) atau berenang kira-kira 15 meter dari kapal menuju daratan.  Gua sebagai laki-laki tangguh nan perkasa pastinya lebih milih untuk renang, tapi baru setengah jalan gua merasa nyesel setelah melihat temen gua dengan santainya naik sampan di dayungin sama kru kapal, tau gitu gua lebih milih jadi laki-laki cemen aja deh.


Kru Kapalnya kasian bolak balik dayungin laki-laki cemen !!
(gua pulangnya termasuk laki cemen, karna naek sampan juga)


Rabu, 02 September 2015

Living On Board Lombok - Labuan Bajo (Day 1= Welcome to the jungle, bro !)

Halo sahabat dahsyat, udah lama gak ngepost hehehehhehe. Gimana kabarnya? Udah ganteng apa masih pas-pasan?

Kebetulan kemarin gua iseng-iseng maen ke daerah timur Indonesia (isengnya jauh juga yah), jadi lumayanlah ada yang bisa di tulis di blog yang begini-adanya-aku-mah.

Jadi kemarin gua melakukan perjalanan laut selama kurang lebih 3 hari 3 malam alias hidup gua selama 3 hari ada di kapal dan laut atau bahasa Thailand-nya Living On Board, beeuuhhh. Perjalanan sebenernya di mulai dari tanggal 15 Agustus 2015 siang sekitar jam 2, tapi berhubung saya pengangguran yang kebanyakan duit jadilah tanggal 14 sudah terbang menuju Lombok.

Back to top