Selasa, 15 Maret 2016

Ada Laba-laba di Kelimutu

Ini sebenernya tulisan berseri ketika gua explore Nusa Tenggara. Tapi karna 1 dan lain hal baru selesai  gua tulis sekarang (baca= malas). Biar nyambung bacanya, bisa dibaca dulu tulisan-tulisan gua yang sebelumnya, hehehhhe.

LOB Day 1 

- LOB Day 2 

- LOB Day 3 

- LOB Day 4

- Pulau Padar  

- Wae Rebo 1

- Wae Rebo 2 

Dan inilah tempat terakhir yang gua singgahi dari perjalanan ke Nusa Tenggara.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kelimutu bakal jadi tujuan terakhir gua selama di Nusa Tenggara. Gak pake lama, setelah turun dari Wae Rebo sekitar jam setengah 8, sampailah lagi kita di rumah Bapak Blasius sekitar jam setengah 11 untuk bersih-bersih. Jadi, kalo berangkatnya butuh waktu sekitar 4 jam, turunnya cukup 3 jam saja. 

Setelah selesai bersih-bersih, jam 1an kita langsung berangkat lagi melanjutkan perjalanan. Rute kali ini adalah Denge - Ruteng - Ende - Moni yang akan ditempuh kira-kira dalam waktu 12 jam.

Tapi sebelum kita jalan, harus selfie dulu dong sama yang punya Denge.



Gak ada yang aneh di perjalanan, karna kita hampir tidur sepanjang jalan. Formasi pun gak berubah, Dory tetep di depan, gua di tengah bersama duo cabai dan Zaid di belakang tetep berpelukan sama carrier


Masih happy.

Tolong abaikan yang di belakang.

Selasa, 08 Maret 2016

Pahawang, mission accomplished !!!!

Pahawang sekarang ini udah jadi salah satu tujuan pariwisata di Lampung, waktu pertama kali gua kesana padahal masih sepi, sekarang udah lumayan rame yang kesana. Yaps, betul banget, ini adalah kedua kalinya gua ke Pahawang.  

Yang bikin beda adalah pertama kali gua kesana sebagai orang yang mau liburan, tapi sekarang gua kesana bertindak sebagai tour leader.

Berawal dari obrolan iseng sama temen gua, gimana kalo kita buka open trip bla bla bla. Akhirnya jadilah pilot project pertama gua sama temen gua. Ya ke Pahawang inilah project pertama gua (doakan ada projectnya panjang, amiinn).

Ini posternya hehehehe.

Dengan segala persiapannya (1 bulan lebih sedikit kira-kira), telpon sana sini, bikin poster,  nyari peserta trip dll. Akhirnya tanggal 19 Februari terkumpul lah 13 orang termasuk gua berdua (dari 15 orang kuotanya) untuk trip pertama ini. Gua sangat excited terhadap trip pertama gua ini, sangking excited-nya gua telat dateng kumpul di meeting point -_-.

Hari ke 1


Kamis, 03 Maret 2016

Terjebak di Talisayan

Sudah memasuki hari ke 4 gua di Kalimantan Timur, tepatnya  di Derawan.  Dan ini bakal menjadi hari terakhir gua menginap di Derawah, sedih memang.  Kabar baiknya adalah gua akan terbebas dari belenggu keluarga bahagia, hahahahahahaha.

Dari malamnya emang udah dikasih tau kalo kita akan berangkat pagi-pagi sekitar jam 6, dengan catatan cuaca hari itu cerah.  Gua baru tau juga cara menentukan cuaca, jadi kalo malemnya ujan bisa dipastikan besoknya cerah.  Jadi yang sering bersedih, tenaaanngg saja, sehabis ujan itu pasti selalu cerah kok, hehehehheh.

Hari ini kita bakalan hunting Whaleshark terus lanjut ke Labuan Cermin. Gua dari jam 5-an sebenernya udah siap, tapi gua denger suara rintik hujan dari luar kamar.  Gua mah orangnya gak suka ngelawan sih, gua lemesin lagi aja badan gua, mata gua meremin, salah sendiri ujan. Sekitar jam 7 ujan udah mulai berenti, gua yang masih setengah sadar terpaksa harus packing barang-barang gua karna malam ini rencananya kita akan bermalam di Biduk-biduk.

Gak tau Biduk-biduk? Labuan Cermin tau dong? Asli, yang gak tau mah parah bener.  Pernah ngeliat foto-foto yang heiiiittssss abis di Instagram yang "perahu melayang di air"? Nah itu Labuan Cermin namanya.  Nah Biduk-biduk ini desa dimana Labuan Cermin berada, gitu.

Jam 8 tepat kita memindahkan barang-barang ke kapal dan bersiap berlayar sekitar 3 jam, kalo keadaan laut normal.  Kalo ombak besar seperti ini sih bisa sekitar 4 jam, kata kapten kapalnya.  Dari awal perjalanan udah berasa sih ombaknya gede, tapi gua yang memiliki darah Bugis ini gak takut ombak, cuman takut basah doang.

Sangking lamanya perjalanan, di jalan gua sampe ngantuk, dan bukan gua doang yang ngantuk, hampir semua yang di dalem kapal tidur.  Pas lagi enak-enaknya tidur tiba-tiba,

"Ihh iihh pelangi, ituu ituuuu pelangiiii. Ikeehh ikeeehh."

*kenapa ada ikeh ikeh belakangnya yah?*


Back to top