Selasa, 03 Januari 2017

Mencari Sinyal di Labengki dan Sombori

Wadaaaaappp brooohhhhh....

Saya, Vino G Bastian dan keluarga mengucapkan hepppii nyuuuuu yeeerrrrrr.

Selamat membuat resolusi-resolusi palsu seperti tahun-tahun sebelumnya yah, semoga tahun ini resolusinya gede yah, biar kalo di-zoom gak pecah.

Tahun 2016 menurut gua penuh kejutan, penuh pembelajaran dan penuh-penuh lainnya. Jadi mudah-mudahan tahun ini gua sebagai individu bisa menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.  Dan juga gua berdoa semoga resolusi tahun 2014 bisa gua selesaikan tahun ini, hahahahhahhha.

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Nun jauh dari Kota Jakarta yang penuh asap metro mini dan asap vape yang mulai menjamur, penuh tanda tanya dan penuh tanda seru, di bagian tenggara Pulau Sulawesi ternyata ada surga yang tersembunyi.  Karena gua orangnya kepo banget kan, makanya akhir tahun kemaren gua dan beberapa teman dan beberapa istri.... Hhmmmmm, seorang istri maksudnya, memutuskan untuk eksplor ke sana. Labengki dan Sombori, itu nama pulau yang bakal kita eksplor.

Sampai di Kendari tanggal 25, gua kaget karena di ibu kota Sulawesi Tenggara ini belum tersentuh sinyal 4g !!! Bayangin, ibu kota !!! Helaaawwwwww, sedangkan gua yang anaknya harus apdet terus kan, mau makan, apdet, mau minum, apdet, mau napas, apdet, apdet terus dah pokoknya.  Gua merasa terasing di kota yang sebenernya sering gua kunjungin ini.  Tapi yaudahlah, masih ada sinyal, yang penting masih bisa chatting sama buka sosmed, sama masih bisa buka online shop, gak beli sih, buka-buka aja, masih Alhamdulillah lah yah.

Minggu, 25 Desember 2016

Catatan Dari Belitung.

Andrea Hirata, Laskar Pelangi, Ikal...
Kalo gua sebutin nama-nama di atas, pasti udah tau daerah mana yang bakal gua tulis kali ini? Betul apa betul?



Gak bisa dipungkiri kalau pamor Belitung naik sejak pemutaran film Laskar Pelangi, film yang sempat menjadi film dengan penonton terbanyak dengan kurang lebih 4 juta penonton, wow wow wow. Walaupun keberadaannya sekarang udah digantiin sama film lain yaitu "Warkop Reborn".  Tapi menurut gua sih, dari segi cerita gua lebih milih Laskar Pelangi dibanding...... Bentar, kenapa gua jadi ngomongin film?

Okelah, back to topic. Jadi menurut gua Belitung harus berterimakasih sama Andrea Hirata dkk, karena mereka, kita sekarang jadi kenal Belitung. 

Nah, kebetulan kemaren gua ke Belitung gak sendiri, tapi bareng sama Nanda dan adek gua. Gua sama Nanda berangkat dari Jakarta, sedangkan adek gua berangkat dari Bangka. Yang belum tau kalo ade gua tinggal di Bangka bisa baca tulisan yang ini Bangka Pulau Penuh Sejarah 1 dan juga lanjutanya di sini Bangka Pulau Penuh Sejarah 2 . Ya perjalanan Alhamdulillah lancar-lancar aja, gua juga normal-normal aja selama di pesawat, gak merasa mau muntah atau mual (ini lebih ke gejala orang hamil sih dibanding orang yang jarang naik pesawat).

Perjalanan gua kali ini ada 4 orang selain gua. Ada kang Jamal, pemuda blasteran Sunda dan Suriah apa Afghanistan gitu. Ada juga teteh Novi, wanita pendamba kang Jamal. Ada anak SMA yang salah pergaulan, namanya Rion. Satu lagi yang terakhir ada pria keturunan Ghana yang menjadi tour leader dari Ridic Travelmate, the one and only bang Diki.


Bagus kan batu di belakang. (Kang Jamal dan Teh Novi)


Senin, 14 November 2016

Ayo, ke Lombok !

Waduuupppp epribodeeehhhhhhh

Apa kabreeeeee???

Sehat pak hajiiii???



Ebuseeeee, udah lama banget kayaknya gak nulis ini.  Terakhir nulis kalo gak salah Ahmad Dhani belum ama Mulan, Indosat belum pake Oreedoo ama Awkarin masih cabe-cabean (Ampe sekarang sih itu mah).  Masih pada sehat kan?  Masih pada mau baca blog gua kan? Kalo gak mau gak papa, gak kenal ini !!!

Ngomongin Lombok, sekarang ini udah lumayan rame, udah mulai menjadi salah satu destinasi wisata di Indonesia.  Oleh karena itu, gak lengkap rasanya kalo di blog ini ga ada tulisan tentang Lombok. 

Buat keliling Lombok butuh waktu yang lumayan panjang, karena emang di sini buuuanyak buuuanget yang bisa dan wajib dikunjungi.  Dari gunung, air terjun, pantai, bukit, banyak dah pokoknya. Kelilingnya pake apa di sana? Mahal gak? Tenang, di sini hampir segala sesuatuanya bisa dibilang murah.  Dan, gak perlu mobil buat keliling Lombok. Karena kebetulan gua juga kemarin keliling Lombok juga pake motor.  Tapi siapin tolak angin aja, selesai keliling-keliling pasti biasanya masuk angin soalnya. Atau kalo gak bisa, lo juga bisa keliling naek cidomo semacam delman lah kalo di Jakarta mah.  Tapi baru 1 destinasi udah tipes tuh kudanya.

Nah, ini menurut gua tempat-tempat yang wajib dikunjungi kalau ke Lombok,

Di-play dulu biar asik kayak Yang Lek.






1. Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air

Kamis, 21 Juli 2016

Beli Kulkas di Pasar Apung.



Punya TV di rumah? Punya dooonngg.  Pernah nonton RCTI? Pernah lah yah, apalagi acara yang Tukang Bubur Naekin Pak Haji. Nah, buat lo semua yang suka nonton RCTI pasti gak asing sama iklan RCTI yang scene-nya kira-kira gini... 

Minggu, 17 Juli 2016

Bamboo "ngantuk" Rafting.

Loksado, mungkin ada yang tau ini nama apa? Bukan, ini bukan makanan, gado-gado itu.  Loksado itu nama suatu daerah yang ada di Kalimantan Selatan, sekitar 4 jam perjalanan dari Banjarmasin. Buat orang Kalimantan Selatan, mungkin Loksado ini cukup terkenal, karna di situ satu-satunya yang ada bamboo rafting. Selain itu juga, Loksado terkenal sebagai daerah wisata di sana karena letaknya yang di perbukitan, ibaratnya kayak puncak lah kalo di Jakarta mah.

Kebetulan, gak kebetulan sih ini, direncanakan.  Jadi beberapa waktu lalu pas gua maen ke Kalimantan Selatan ini, gua main juga ke Loksado, ngapain? Nonton Coldplay...

Ya gak lah

Gua ke sana buat main bamboo rafting, karna sejujurnya gua penasaran juga sih gimana bamboo rafting ini.  Menurut guide di sana, perjalanan bamboo rafting ini bakal memakan waktu sekitar 3 jam dari starting point sampai garis finish.  Sejujurnya gua sangat amat excited sih, karena..... ya emang excited aja.

Sekitar jam 8 pagi  mulailah kita jalan, karna kita ada 6 orang, jadilah dibagi ke dalam 2 bamboo rafting.  


5 lelaki sejati + 1 cabe-cabean profesional.

Jumat, 10 Juni 2016

Akhirnya Banda Juga (3)

Cerita Seram di Sabang.

Pic by Google



Sebelumnya gua kasih tau dulu secara umum Sabang itu kayak gimana, lebih tepatnya Pulau Weh itu kayak gimana secara tata kota dan keadaan masyarakatnya secara umum gitu lhoo.  Pulau Weh ini menurut gua penduduknya masih lumayan sepi dan juga hutannya masih banyak banget di sini.  Termasuk kalo lo mau ke Iboih atau kilometer 0, itu lo harus melewati hutan-hutan sepanjang jalan. Bukan ke situ aja sih, rata-rata di sini mau kemana-mana masih hutan gitu kanan kirinya, termasuk tempat-tempat yang gua kunjungin.

Jadi kalau udah maghrib itu sepinya makin berasa, karna jarang ada orang keluar rumah. Kecuali di beberapa tempat tertentu kayak pelabuhan, kota dll. Nah yang mau punya pacar di sini, ngapelnya harus abis dzuhur berarti, malem-malem serem cuyyy di sini.

Jadi setelah gua menikmati sunset di Pantai Pasir Putih, gua sempet beberapa menit ketiduran di situ, di kursi pantainya, sekitar 30-60 menitan lah.  Pas gua bangun tiba-tiba udah gelap dan sepi, anjir gua kaget kan. Warung yang tempat gua beli juga tutup, makin bingung gua.  Tapi gua berusaha gak panik, gua duduk abis itu minum teh tarik yang tadi sore gua pesen.  Teh tarik tadi sore yang gua pesen dan udah disemutin lebih tepatnya.  Yudahlah, karena ga ada kerjaan dan bingung ngapain akhirnya di dalam kesendirian gua menghibur diri dengan foto-foto gak jelas.


Rabu, 25 Mei 2016

Akhirnya Banda Juga (2)

Sehari di Sabang.



Ini adalah tempat yang sangat gua idam-idamkan semenjak.... Semenjak kapan yah? Semenjak seneng jalan-jalan sih.  Pokoknya entah kapan, entah gimana caranya gua harus bisa ke Sabang. Alhamdulillah akhirnya kesampean juga.

Ada beberapa hal yang perlu lo tau sebelum lo ke berangkat ke Sabang.  Pertama adalah kapal yang tidak selalu ada, beda kayak penyebrangan ke Merak atau Bali, kapan aja ada.  Kalo nyebrang ke Sabang itu cuman ada 2-3 kali per-hari, yang gua tau sih jam 8 pagi sama jam 4 sore. Dan ada 2 jenis kapal, yang pertama kapal cepat yang kedua kapal feri biasa.  Beda harganya 2 kali lipat kalo gak salah, 40 ribu dan 80 ribu. Gitu aja sih infonya.

FYI: Sabang itu nama kota, Pulau Weh itu adalah salah satu pulau dan pulau terbesar di Sabang.  Jadi ketika lo pergi ke Sabang, tempat yang lo injek itu adalah Pulau Weh.  Jadi Sabang dan Pulau Weh itu satu kesatuan, mereka gak berpisah. Karna kalo kita berada di Pulau Weh, ya kita berarti ada di Sabang. Paham?  Kenapa gua jelasin, karna banyak pertanyaan dan pernyataan kayak gini,

"Lo ke Sabang? Ke Pulau Wehnya, gak?"

"Katanya kalo ke Sabang itu yang paling bagus Pulau Weh, bro."

"Pulau Weh deket gak sama Sabang? Harus nyebrang lagi, kan?"

"Harga telor sekilo berapa sekarang, Bel?

Back to top